SANTRI SPS AL MUBAROK BERKREASI DENGAN MINIATUR SAWAH DARI SEDOTAN DAN STYROFOAM

Dunia pertanian menjadi inspirasi dalam kegiatan kreatif yang dilaksanakan oleh santri SPS Al Mubarok yang berlokasi di Jl.KH.Hasyim As’ari GG Cempaka, RT.01 RW.06 Banjarmlati Mojoroto Kota Kediri. Dalam rangka mengenalkan anak-anak pada dunia petani dan proses bercocok tanam, para santri diajak membuat kerajinan miniatur sawah menggunakan bahan sederhana seperti sedotan minuman dan styrofoam. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran tematik dengan topik “Tanah Airku”.
Belajar tentang Sawah Lewat Karya Seni. Kegiatan dimulai dengan mengenalkan anak-anak pada bentuk dan fungsi sawah, serta mengenalkan alat-alat pertanian secara sederhana. Kemudian, anak-anak mulai membuat miniatur sawah di atas potongan styrofoam yang dijadikan sebagai lahan buatan. Sedotan dipotong dan dirangkai menjadi bentuk tanaman padi, saluran irigasi, bahkan miniatur orang-orangan sawah yang lucu.
Dengan bimbingan para guru, anak-anak bekerja dalam kelompok kecil, belajar menempel, merangkai, dan menghias karya mereka. Proses ini melatih motorik halus, konsentrasi, dan juga kerja sama.
Kegiatan Edukatif yang Penuh Makna. Selain aspek keterampilan, kegiatan ini juga mengandung muatan nilai kehidupan, seperti rasa syukur atas hasil bumi, menghargai profesi petani, dan pentingnya menjaga kelestarian alam. Anak-anak juga dikenalkan dengan konsep ketekunan dan kesabaran yang diperlukan dalam bertani.
“Seru sekali! Aku buat sawah ada sungainya!” ujar salah satu santri sambil menunjuk hasil karyanya. Keceriaan dan kebanggaan terlihat jelas di wajah anak-anak saat memamerkan hasil karya mereka kepada teman-teman dan guru.
Menumbuhkan Kepedulian Sejak Dini. Kepala SPS Al Mubarok, Ibu Irana Fatmala, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran kontekstual yang memperkenalkan anak pada kehidupan nyata dengan cara menyenangkan. “Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar mengenal lingkungan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap alam dan menghargai profesi yang ada di sekitar mereka, salah satunya petani,” jelasnya.
Kegiatan membuat miniatur sawah di SPS Al Mubarok tidak hanya menjadi sarana pengembangan kreativitas dan keterampilan motorik halus anak, tetapi juga menjadi media pembelajaran kontekstual yang bermakna. Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan pada dunia pertanian, nilai-nilai kehidupan seperti rasa syukur, kerja sama, ketekunan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan berbasis pengalaman nyata, santri mampu memahami profesi petani serta pentingnya menjaga alam sejak usia dini. Karya miniatur sawah yang dihasilkan menjadi simbol dari proses belajar yang menyenangkan, bermakna, dan membentuk karakter peduli pada anak-anak.
Dengan semangat berkarya, para santri SPS Al Mubarok membuktikan bahwa kreativitas bisa tumbuh dari bahan-bahan sederhana dan kegiatan yang menyenangkan. Miniatur sawah yang mereka buat bukan hanya hasil karya tangan, tetapi juga bentuk penghayatan terhadap kehidupan dan alam yang telah Allah ciptakan. Rah
