July 15, 2026

YAYASAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri

Kreativitas Santri Kelas VII SMP Tahfidz Al Mubarok dalam Membuat Batik Jumputan

Kreativitas Santri Kelas VII SMP Tahfidz Al Mubarok dalam Membuat Batik Jumputan

Halaman sekolah dipenuhi keceriaan dan semangat para santri kelas VII yang sedang mengikuti praktik membuat batik jumputan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata pelajaran Prakarya, di mana siswa diajak untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan seni membatik.

Batik jumputan adalah salah satu teknik pewarnaan kain tradisional Indonesia yang dilakukan dengan cara mengikat atau menjumput kain menggunakan karet atau benang, lalu memberikan warna pada bagian-bagian tertentu. Teknik ini menghasilkan motif yang unik dan penuh warna, menjadikan setiap karya bersifat khas dan tidak akan sama satu sama lain.

Dalam kegiatan ini, para santri dibekali dengan peralatan sederhana seperti kain putih polos, karet gelang, sarung tangan plastik, serta pewarna kain beraneka warna. Sebelum memulai, guru prakarya memberikan penjelasan singkat tentang sejarah batik jumputan, teknik dasar pengikatan kain, dan cara mencampur warna agar menghasilkan kombinasi yang menarik.

Gambar yang terekam menunjukkan tiga santri kelas VII yang duduk di atas alas biru dengan penuh antusias. Dua santri putri memegang kain yang sudah diikat dan diberi warna oranye serta ungu, sambil tersenyum bangga. Di tengah, seorang santri putra mengacungkan kedua jempolnya, seolah menandakan bahwa proses pewarnaan berjalan lancar dan menyenangkan.

Proses pembuatan batik jumputan memerlukan kesabaran dan ketelitian. Santri harus memastikan ikatan kain cukup kuat agar warna tidak meresap ke seluruh bagian. Selanjutnya, pewarna diaplikasikan pada bagian kain yang diinginkan. Beberapa santri memilih warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan hijau, sementara yang lain mencoba kombinasi warna yang lebih lembut.

Selain melatih keterampilan tangan, kegiatan ini juga mengajarkan nilai-nilai penting seperti kerja sama, disiplin, dan rasa percaya diri. Santri belajar untuk menghargai proses, dari tahap awal persiapan hingga melihat hasil akhir setelah kain dikeringkan dan dibuka ikatannya.

Guru prakarya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. “Kami ingin para santri mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa. Batik adalah salah satu identitas Indonesia yang harus kita lestarikan. Melalui prakarya ini, mereka belajar bahwa seni bisa menjadi media untuk mengekspresikan diri sekaligus menjaga tradisi,” ujarnya.

Setelah semua kain selesai diwarnai, hasil karya santri akan dijemur dan dipamerkan di sudut kreatif sekolah. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga memotivasi santri untuk terus mengembangkan keterampilan seni mereka. Kegiatan pembuatan batik jumputan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di SMP Tahfidz Al Mubarok tidak hanya berfokus pada akademik dan tahfidz Al-Qur’an, tetapi juga memberikan ruang luas bagi pengembangan kreativitas. Dengan pengalaman ini, diharapkan para santri dapat lebih mencintai budaya bangsa serta mengasah jiwa seni yang bermanfaat untuk masa depan. Ra

Sebelumnya bisa dibaca: Agenda Semarak Kemerdekaan RI ke-80
Keceriaan Santri dan Asatidz

Informasi Pendaftaran Santri:
Ust. Nurdin +6287852301321
Ustadzah Tiara +6281554838670

Media Sosial SMP Tahfidz Al Mubarok:
Youtube : SMP Tahfidz Al Mubarok Official
Instagram : smptahfidzalmubarok
Facebook : Smptahfidzalmubarok
Tiktok : smptahfidzalmubarok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.