Materi Tata Krama Seorang Guru dalam Pembelajaran Akhlak dari Kitab Taisirul Kholaq di SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri
SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada hafalan Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memberikan perhatian besar pada pembentukan akhlak. Salah satu kitab yang diajarkan kepada para santri adalah Taisirul Kholaq, sebuah kitab akhlak karya ulama Al-Azhar yang berisi panduan moral dan nilai-nilai mulia untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu materi penting yang diajarkan dalam kitab ini adalah tata krama seorang guru.
Dalam kitab Taisirul Kholaq dijelaskan bahwa seorang guru adalah pemberi petunjuk bagi murid tentang ilmu dan pengetahuan. Jiwa murid masih sangat lemah dan mudah terpengaruh, sehingga sifat dan sikap guru akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan akhlak mereka. Karena itu, seorang guru seharusnya memiliki akhlak yang mulia agar bisa menjadi teladan bagi muridnya. Jika seorang guru bertaqwa, rendah hati, sabar, dan penuh kasih sayang, maka murid akan terdorong untuk menirunya.
Seorang guru hendaknya memiliki sifat ramah dan lemah lembut dalam menghadapi murid-muridnya. Dengan sikap demikian, murid akan merasa nyaman, bersemangat belajar, dan terbuka menerima bimbingan. Guru juga dituntut untuk sabar dalam mendidik, tidak mudah marah, serta mampu mengarahkan murid dengan cara yang bijaksana. Keteladanan inilah yang akan melekat kuat dalam diri santri, bahkan lebih dari sekadar ilmu yang diajarkan. Selain itu, seorang guru sebaiknya tidak membebani murid dengan sesuatu yang belum mereka pahami. Tugas guru adalah memberikan penjelasan dengan sabar hingga murid benar-benar mengerti, bukan sekadar menuntut hasil.
Di SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri, nilai-nilai tata krama seorang guru sebagaimana dijelaskan dalam kitab Taisirul Kholaq menjadi pedoman penting dalam proses pendidikan. Para guru berusaha menghadirkan sikap sabar, ramah, dan penuh kasih sayang kepada santri. Suasana belajar dibuat hangat agar ilmu mudah diterima, sekaligus membentuk karakter santri yang beradab dalam berinteraksi dengan guru. Para santri juga diajarkan untuk menghormati dan meneladani gurunya, karena hormat kepada guru merupakan pintu keberkahan dalam menuntut ilmu.
Harapan dari pembelajaran materi ini sangat jelas, yakni agar terjadi perubahan sikap dan kemampuan yang lebih baik. Bagi guru, pembelajaran ini diharapkan memperkuat kesadaran bahwa tugas mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik dengan akhlak dan keteladanan. Sementara itu, bagi santri, materi ini diharapkan menumbuhkan rasa hormat, ketaatan, serta semangat meneladani guru mereka dalam kebaikan. Dengan begitu, tercipta hubungan yang harmonis antara guru dan murid, yang akan membawa pengaruh positif terhadap proses pendidikan secara keseluruhan.
Materi tata krama seorang guru dari kitab Taisirul Kholaq memberikan pelajaran penting bahwa pendidikan sejati adalah perpaduan antara ilmu dan akhlak. SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri berkomitmen melestarikan nilai-nilai ini agar santri tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan, tetapi juga tumbuh dengan budi pekerti yang luhur. Dengan guru yang penuh keteladanan dan santri yang penuh hormat, sekolah ini berharap dapat melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat, dan siap menghadapi masa depan dengan iman dan ilmu. Nur
