October 14, 2026

YAYASAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri

Materi Cara Mengurus Mayat dalam Pembelajaran Fiqih dari Kitab Safinatun Naja bagi Santri SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri

Mengurus jenazah adalah salah satu kewajiban kaum muslimin yang termasuk fardhu kifayah. Artinya, jika sebagian umat Islam telah melaksanakannya, maka gugurlah kewajiban tersebut bagi yang lain. Namun jika tidak ada seorang pun yang melaksanakannya, maka seluruh umat Islam di sekitar tempat tersebut menanggung dosa. Karena itulah, memahami tata cara mengurus jenazah menjadi bagian penting dalam pembelajaran fiqih, termasuk di SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri.

Dalam kitab Safinatun Naja dijelaskan bahwa ada empat hal yang wajib dilakukan terhadap mayat, yaitu memandikannya, mengkafaninya, menshalatkannya, dan menguburkannya. Keempat kewajiban ini harus dilakukan sesuai tuntunan syariat agar penghormatan terakhir kepada seorang muslim terlaksana dengan sempurna. Memandikan jenazah dilakukan dengan tata cara tertentu, mulai dari membersihkan kotoran, menyiram seluruh tubuh dengan air suci, hingga memastikan jenazah dalam keadaan bersih. Setelah itu, jenazah dikafani dengan kain yang menutup seluruh tubuhnya, dishalatkan dengan doa khusus, dan akhirnya dikuburkan di tempat yang layak dan sesuai adab Islam.

Pembelajaran fiqih di SMP Tahfidz Al Mubarok tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan praktik langsung. Para santri dikenalkan langkah demi langkah cara memandikan jenazah melalui simulasi yang dilakukan dengan penuh kesungguhan. Mereka juga diajarkan cara mengkafani jenazah dengan rapi, memahami bacaan shalat jenazah, serta adab penguburan. Semua ini bertujuan agar para santri siap melaksanakan kewajiban ini bila suatu saat dibutuhkan, sekaligus memahami betapa pentingnya menghormati sesama muslim hingga akhir hayat.

Materi ini mengajarkan banyak nilai penting. Santri belajar bahwa kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia, sehingga mengurus jenazah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga pengingat untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi kematian. Selain itu, praktik mengurus jenazah melatih para santri untuk bersikap sabar, teliti, dan penuh empati. Mereka diajak untuk melihat bahwa ibadah tidak hanya berkaitan dengan hubungan kepada Allah, tetapi juga kepada sesama manusia.

Harapannya, setelah mempelajari cara mengurus jenazah dari kitab Safinatun Naja, para santri SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri memiliki pemahaman fiqih yang kuat sekaligus sikap yang lebih bijak dan dewasa. Mereka tidak hanya mampu melaksanakan kewajiban fardhu kifayah ini, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang peduli, rendah hati, dan berakhlak mulia.

Melalui pembelajaran seperti ini, sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai ketaatan dan kepedulian sosial. Santri dilatih untuk memahami bahwa setiap muslim memiliki hak untuk dimuliakan hingga akhir hayatnya. Sikap disiplin, tanggung jawab, dan keikhlasan yang ditumbuhkan dalam pelajaran ini diharapkan akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Dengan cara mengurus jenazah yang benar, para santri belajar bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang dan penghormatan, bahkan sampai pada seseorang yang telah wafat. Inilah misi besar SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri: mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga matang dalam sikap, kokoh dalam iman, dan siap menjadi teladan dalam setiap aspek kehidupan. Ulum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.