Pemahaman Tasydid-Tasydid Al Fatihah dalam Fiqih bagi Santri SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri
Al-Fatihah adalah surat yang menjadi inti dalam setiap shalat. Tidak sah shalat seorang muslim tanpa membaca surat ini. Karena itu, cara membaca Al-Fatihah harus benar, sesuai dengan kaidah tajwid dan hukum-hukum yang telah ditetapkan ulama. Salah satu bagian penting dalam membaca Al-Fatihah adalah memperhatikan tasydid atau bacaan yang ditekankan. Kesalahan dalam membaca tasydid bisa memengaruhi keabsahan shalat seseorang.
Dalam kitab Safinatun Naja, dijelaskan secara rinci letak tasydid-tasydid dalam bacaan Al-Fatihah. Ada 14 tasydid yang wajib diperhatikan. Misalnya pada kalimat Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm terdapat beberapa huruf yang ditasydid, begitu juga pada lafaz iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn terdapat tasydid yang harus ditegaskan. Semua tasydid ini tidak boleh diremehkan, karena jika diabaikan, bisa mengubah makna atau bahkan membatalkan bacaan Al-Fatihah.
Santri SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri dalam pelajaran fiqih diajak untuk tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami bagaimana tasydid ini harus dibaca. Melalui bimbingan ustadz dan ustadzah, mereka berlatih memperhatikan setiap detail huruf dan tanda bacaan. Hal ini tidak hanya mendidik mereka agar shalatnya sah, tetapi juga membiasakan ketelitian dan kehati-hatian dalam setiap amal ibadah.
Kesungguhan dalam memperhatikan tasydid ini sekaligus melatih santri agar lebih serius dalam menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an. Di era saat ini, ketika banyak orang membaca dengan cepat tanpa memperhatikan tajwid, para santri SMP Tahfidz Al Mubarok dididik untuk menjadi generasi Qur’ani yang membaca dengan benar, jelas, dan penuh adab. Hal ini menjadi salah satu keunggulan sekolah dalam mencetak generasi penghafal Qur’an yang bukan hanya kuat hafalannya, tetapi juga benar bacaannya.
Diharapkan, dengan pembelajaran tasydid Al-Fatihah ini, santri SMP Tahfidz Al Mubarok memiliki sikap lebih teliti, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Mereka akan menyadari bahwa ibadah bukan hanya soal niat, tetapi juga membutuhkan kesungguhan dalam melaksanakan aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah SWT. Ketelitian dalam bacaan Al-Fatihah diharapkan terbawa pula dalam sikap sehari-hari, seperti ketika belajar, berbicara, maupun berinteraksi dengan orang lain.
Selain itu, pemahaman tentang tasydid Al-Fatihah juga menumbuhkan rasa cinta kepada Al-Qur’an. Santri akan lebih menghargai setiap huruf dan kalimat dalam kitab suci ini, sehingga mereka membaca dengan penuh kekhusyukan. Inilah salah satu tujuan utama dari pendidikan di SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri, yaitu membentuk generasi muslim yang berilmu, beradab, dan selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Dengan demikian, pembelajaran tasydid-tasydid Al-Fatihah bukan hanya materi teknis dalam fiqih, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Santri yang terbiasa membaca Al-Qur’an dengan benar akan tumbuh menjadi pribadi yang rapi, teratur, dan penuh tanggung jawab. SMP Tahfidz Al Mubarok berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai ini, agar santri siap menghadapi kehidupan dengan dasar iman dan akhlak yang kuat. Ulum
