Materi Barang Najis yang Bisa Suci dalam Pembelajaran Fiqih Bagi Santri SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri

Dalam pembelajaran fiqih di SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri, para santri tidak hanya diajarkan tentang tata cara ibadah seperti shalat, wudhu, atau tayamum, tetapi juga materi penting terkait kesucian dan najis. Salah satu materi yang dipelajari adalah tentang barang najis yang bisa menjadi suci. Hal ini penting dipahami karena dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim dituntut menjaga kebersihan dan kesucian, terutama ketika akan beribadah.
Kitab Safinatun Naja menjelaskan bahwa ada tiga jenis najis yang bisa berubah menjadi suci. Pertama adalah arak yang berubah menjadi cuka dengan sendirinya. Perubahan ini terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia, sehingga arak yang awalnya najis bisa menjadi suci ketika telah benar-benar berubah menjadi cuka. Kedua adalah kulit bangkai hewan selain anjing dan babi, yang bisa menjadi suci apabila disamak. Proses penyamakan ini membersihkan kulit dari kotoran sehingga dapat dimanfaatkan kembali. Ketiga adalah bangkai yang berubah menjadi hewan baru, misalnya bangkai yang membusuk kemudian menjadi tanah, dan tanah tersebut dapat ditumbuhi tumbuhan atau dimakan hewan yang halal. Dalam kondisi ini, najis yang ada pada bangkai telah hilang dan berubah menjadi sesuatu yang suci.
Pemahaman ini sangat penting bagi santri SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri. Dari materi ini, santri belajar bahwa Islam mengajarkan kebersihan dan kesucian bukan hanya secara lahiriah, tetapi juga dalam cara pandang terhadap sesuatu. Sesuatu yang awalnya najis bisa menjadi suci apabila melalui proses tertentu yang sudah ditetapkan syariat. Hal ini mengajarkan kepada santri bahwa dalam kehidupan, perubahan menuju kebaikan itu selalu mungkin terjadi, sebagaimana najis bisa berubah menjadi suci.
Selain itu, materi ini juga memberikan pelajaran moral yang mendalam. Santri dapat mengambil hikmah bahwa tidak ada yang sia-sia dalam ciptaan Allah. Bahkan sesuatu yang awalnya dianggap kotor atau najis, bisa berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan suci. Hal ini diharapkan menumbuhkan sikap optimis, bahwa manusia pun bisa memperbaiki diri dari keadaan yang buruk menuju keadaan yang lebih baik.
Di SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri, para santri dibimbing untuk tidak hanya menguasai teori fiqih, tetapi juga mengaitkannya dengan pembentukan akhlak. Dengan mempelajari materi ini, diharapkan santri menjadi pribadi yang menjaga kebersihan, mencintai kesucian, dan selalu berusaha memperbaiki diri. Mereka diajarkan untuk tidak mudah meremehkan hal-hal kecil, karena dalam Islam, setiap detail memiliki makna yang besar.
Harapan besar dari pembelajaran ini adalah agar santri tumbuh menjadi generasi yang bukan hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga berkarakter kuat, memiliki kesadaran menjaga kebersihan lahir dan batin, serta mampu menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. Dengan demikian, SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri benar-benar berperan dalam mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, beramal, dan berakhlak mulia. Nur
