October 13, 2026

YAYASAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri

Pembelajaran Kitab Khulasoh Nurul Yaqin Bagi Santri SMP Tahfidz Al Mubarok Tentang Hijrah ke Habasyah yang Pertama: Keteguhan Iman dan Pengorbanan Para Sahabat

Perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW selalu penuh dengan tantangan. Sejak awal penyebaran Islam di Makkah, kaum Muslimin menghadapi tekanan, ejekan, hingga siksaan fisik yang sangat berat dari kaum Quraisy. Mereka yang lemah secara sosial maupun ekonomi menjadi sasaran utama karena dianggap mudah untuk dilemahkan imannya. Dalam kondisi yang semakin sulit, Rasulullah SAW memerintahkan sebagian sahabat untuk melakukan hijrah ke Habasyah sebagai langkah penyelamatan iman dan jiwa. Peristiwa ini dikenal sebagai hijrah pertama dalam sejarah Islam, dan menjadi teladan penting yang patut dihayati oleh santri SMP Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri.

Hijrah pertama ini terjadi pada tahun ke-5 kenabian. Rasulullah SAW memilih Habasyah sebagai tujuan karena negeri itu dipimpin oleh seorang raja bernama Najasyi yang terkenal adil dan bijaksana, meskipun ia beragama Nasrani. Nabi SAW mengirim sekitar sepuluh orang laki-laki dan lima orang perempuan untuk hijrah. Di antara mereka terdapat tokoh penting seperti Utsman bin Affan RA dan istrinya, Ruqayyah binti Rasulullah SAW. Keputusan ini menunjukkan betapa Nabi SAW sangat memperhatikan keselamatan umatnya, terutama yang paling rentan terhadap penyiksaan.

Meskipun hijrah ini tidak berlangsung lama, hanya sekitar tiga bulan, peristiwa ini memberikan pelajaran yang sangat berharga. Para sahabat rela meninggalkan kampung halaman, keluarga, dan harta benda mereka demi menjaga iman kepada Allah SWT. Mereka lebih memilih hidup sebagai pengungsi di negeri asing daripada harus kembali kepada kesesatan penyembahan berhala. Walaupun jumlah mereka sedikit, semangat pengorbanan dan keteguhan iman mereka menjadi fondasi kuat bagi perkembangan Islam di kemudian hari.

Bagi santri SMP Tahfidz Al Mubarok, kisah hijrah pertama ke Habasyah memberikan beberapa nilai penting. Pertama, keberanian untuk mengambil keputusan yang sulit demi menjaga iman. Dalam kehidupan sehari-hari, santri juga harus berani meninggalkan hal-hal yang melalaikan dari ibadah, seperti kecanduan gawai atau pergaulan yang tidak bermanfaat, demi keselamatan iman dan akhlak. Kedua, kesabaran menghadapi ujian. Seperti sahabat yang bersabar dalam pengasingan, santri juga harus sabar dalam menghadapi tantangan belajar, baik ketika menghafal Al-Qur’an maupun ketika mendalami pelajaran lain. Ketiga, pentingnya solidaritas dan kebersamaan. Para sahabat berhijrah secara berkelompok, saling menguatkan di negeri asing. Hal ini mengajarkan santri untuk saling mendukung dalam kebaikan, bukan saling menjatuhkan.

Selain itu, kisah ini juga menanamkan semangat untuk menghargai keadilan dan kepemimpinan yang baik, sebagaimana Nabi SAW mempercayakan keselamatan sahabat kepada raja Najasyi. Santri dapat belajar bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus menghormati pemimpin yang adil serta ikut menjaga keharmonisan bersama.

Harapannya, melalui pembelajaran kisah hijrah ke Habasyah, santri SMP Tahfidz Al Mubarok mampu menguatkan keteguhan iman, memperbaiki sikap sabar dan tabah menghadapi ujian, serta menumbuhkan keberanian untuk memilih jalan yang benar meskipun penuh tantangan. Dengan semangat pengorbanan seperti para sahabat, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi Muslim yang kuat, tangguh, dan siap membela kebenaran di tengah masyarakat. Nur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.