Hataman dan Wisuda Yanbu’a dan Binnadzor SD Tahfidz Al Mubarok Dihadiri Bu Nyai Hannah Zamzami dari Pondok Pesantren Al Baqarah Lirboyo
SD Tahfidz Al Mubarok Banjarmlati Kota Kediri kembali menggelar kegiatan akbar tahunan berupa Hataman dan Wisuda Yanbu’a serta Binnadzor. Acara ini menjadi momentum penting bagi para santri dalam menapaki perjalanan belajar Al-Qur’an secara bertahap dan penuh berkah. Pada tahun ini, kegiatan semakin istimewa dengan kehadiran Bu Nyai Hannah Zamzami dari Pondok Pesantren Al Baqarah Lirboyo sebagai tamu kehormatan sekaligus pemberi mauidhoh hasanah.

Momentum Syukur atas Progres Santri dalam Pembelajaran Al-Qur’an
Hataman dan wisuda merupakan bentuk apresiasi atas kesungguhan santri yang telah menyelesaikan jenjang pembelajaran metode Yanbu’a dan Binnadzor. Dua metode tersebut telah menjadi rujukan di banyak lembaga pendidikan Islam karena menekankan keterampilan membaca Al-Qur’an secara tartil, benar makhraj, dan sesuai kaidah tajwid.
Melalui acara ini, sekolah tidak hanya merayakan capaian akademik keagamaan, namun juga menanamkan rasa bangga dan cinta kepada Al-Qur’an sejak usia dini.
Kehadiran Bu Nyai Hannah Zamzami Memberikan Warna Baru
Kegiatan tahun ini semakin khidmat berkat kehadiran Bu Nyai Hannah Zamzami, sosok pengasuh yang dikenal luas dalam pembinaan Al-Qur’an di lingkungan Pondok Pesantren Al Baqarah Lirboyo. Dalam mauidhoh-nya, beliau menyampaikan pentingnya:
- menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an,
- melanjutkan hafalan dan murojaah secara rutin,
- membangun karakter santri melalui kedisiplinan, adab, dan ketekunan,
- memperkuat peran keluarga dalam mendampingi anak belajar Al-Qur’an di rumah.
Nasihat beliau menjadi penyemangat bagi para wali santri untuk terus bersinergi bersama sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tahfidz.
Dukungan Orang Tua dan Guru: Kunci Sukses Pembelajaran Tahfidz
Kegiatan wisuda ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara guru, sekolah, dan wali santri menjadi pilar utama keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an. SD Tahfidz Al Mubarok selalu menekankan:
- pembiasaan membaca Al-Qur’an setiap hari,
- murojaah terstruktur,
- pembelajaran yang sesuai dengan kapasitas santri,
- lingkungan sekolah yang kondusif bagi pembentukan karakter Qur’ani.
Dengan dukungan penuh wali santri, tahfidz bukan hanya rutinitas belajar, namun menjadi gaya hidup yang melekat dalam keseharian anak.
Harapan untuk Generasi Qur’ani yang Berkarakter
Melalui agenda Hataman dan Wisuda Yanbu’a serta Binnadzor tahun ini, SD Tahfidz Al Mubarok berharap dapat melahirkan generasi Qur’ani yang:
- kuat akidah,
- baik akhlaknya,
- cerdas intelektual,
- dan istiqamah dalam menjaga hubungan dengan Al-Qur’an.
Kegiatan ini juga sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang berbasis pada pembiasaan, keteladanan, dan nilai-nilai Islam.
